Raup Dividen BMRI: Strategi Jitu Direksi dan Komisaris Bank Mandiri

Liputanku, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) baru-baru ini mengumumkan rencana pembagian dividen yang cukup fantastis, mencapai Rp43,5 triliun untuk para pemegang saham. Kabar gembira ini tentu saja membawa dampak positif bagi jajaran Direksi dan Komisaris bank berlogo pita emas tersebut, yang turut serta menikmati keuntungan dari dividen ini.

Keputusan strategis ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mandiri, yang menyetujui pembagian dividen sebesar Rp43,5 triliun, atau setara dengan Rp466,18 per lembar saham. Angka ini mencerminkan komitmen perseroan untuk memberikan nilai tambah kepada para investor, mengingat besaran dividen tersebut mencapai 78% dari total laba bersih perusahaan sepanjang tahun lalu, yang mencapai Rp55,78 triliun.

“Keputusan pembagian dividen ini mencerminkan kepercayaan dan dukungan kuat dari para pemegang saham terhadap manajemen Bank Mandiri dalam mengakselerasi berbagai rencana ekspansi bisnis yang telah dirancang,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

Bank Mandiri telah menetapkan jadwal pembagian dividen ini, dengan cum date di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada tanggal 11 April 2025. Tanggal ini menjadi penting bagi para investor yang ingin mendapatkan hak dividen.

: Danantara Masuk, Setoran Dividen Himbara BBRI, BMRI Cs ke Negara Melonjak

Cum date, atau cumulative date, adalah tanggal penting yang menentukan apakah seorang investor berhak menerima dividen dari suatu perusahaan. Jika seorang investor membeli saham setelah tanggal cum date, maka ia tidak akan berhak atas dividen yang dibagikan.

Sementara itu, pembayaran dividen tunai BMRI kepada para pemegang saham dijadwalkan pada tanggal 23 April 2025.

Dari total dividen yang dibagikan, pemerintah sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 52% akan menerima bagian terbesar, yaitu sebesar Rp22,62 triliun. Sementara itu, investor publik akan menerima dividen sebesar Rp20,88 triliun.

Menariknya, sejumlah Direksi Bank Mandiri tercatat memiliki saham BMRI. Dengan demikian, para petinggi bank BUMN ini juga turut menikmati keuntungan dari dividen yang dibagikan perusahaan tempat mereka bekerja.

: Fitur Sukha di Livin’ by Mandiri, Solusi Mudah Beragam Kebutuhan

Sebagai contoh, Darmawan Junaidi, selaku Direktur Utama Bank Mandiri, memiliki 15.013.800 lembar saham BMRI. Dengan dividen per saham sebesar Rp466,18, maka Darmawan akan menerima dividen sebesar Rp6,99 miliar.

Kemudian, Riduan, yang baru saja ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama Bank Mandiri dalam RUPST, tercatat memiliki 14.547.800 lembar saham BMRI. Ia akan menerima dividen sebesar Rp6,78 miliar.

Direktur Information Technology Bank Mandiri, Timothy Utama, tercatat memiliki 10.334.300 lembar saham BMRI. Dengan demikian, ia akan menerima dividen sebesar Rp4,81 miliar.

Direktur Operations Bank Mandiri, Toni E.B. Subari, memiliki 9.379.900 lembar saham Bank Mandiri. Dividen yang akan ia terima mencapai Rp4,37 miliar.

Direktur Human Capital & Compliance Bank Mandiri, Eka Fitria, memiliki 4.293.600 lembar saham BMRI. Ia akan menerima dividen sebesar Rp2 miliar.

Direktur Commercial Banking Bank Mandiri, Totok Priyambodo, tercatat memiliki 370.000 lembar saham BMRI. Ia akan menerima dividen sebesar Rp172,48 juta.

Direktur Risk Management Bank Mandiri, Danis Subyantoro, memiliki 344.800 lembar saham BMRI. Dividen yang akan ia terima mencapai Rp160,73 juta.

Dalam RUPST tersebut, Alexandra Askandar, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, dipindahtugaskan ke PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dengan jabatan yang sama. Meskipun demikian, Alexandra masih memiliki 14.829.800 lembar saham BMRI, sehingga ia akan menerima dividen sebesar Rp6,91 miliar dari BMRI.

: BBRI, BBCA, and BMRI: Dividend Yields Post-Eid 2025

RUPST juga memutuskan untuk memberhentikan Sigit Prastowo dari jabatannya sebagai Direktur Finance & Strategy. Meskipun demikian, Sigit, yang memiliki 14.167.500 lembar saham BMRI, akan menerima dividen sebesar Rp6,6 miliar.

Sementara itu, Aquarius Rudianto tercatat memiliki 10.399.700 lembar saham BMRI. Ia akan menerima dividen sebesar Rp4,84 miliar dari dividen BMRI. Namun, posisi Aquarius di Direksi Bank Mandiri telah dipindahtugaskan ke PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI).

Agus Dwi Handaya tercatat memiliki 15.445.000 lembar saham BMRI. Ia berhak atas dividen sebesar Rp7,2 miliar. Namun, Agus, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Kepatuhan & SDM Bank Mandiri, telah ditunjuk menjadi Managing Director di BPI Danantara.

Rohan Hafas juga memiliki 9.262.900 lembar saham BMRI. Ia akan menerima dividen sebesar Rp4,31 miliar. Sama seperti Agus, Rohan, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri, telah ditunjuk menjadi Managing Director di BPI Danantara.

Di jajaran komisaris, Muhammad Yusuf Ateh, selaku Komisaris Bank Mandiri, memiliki 4.244.800 lembar saham BMRI. Ia akan menerima dividen sebesar Rp1,97 miliar.

Komisaris Bank Mandiri lainnya, Rionald Silaban, memiliki 5.001.400 lembar saham BMRI. Ia akan menerima dividen sebesar Rp2,33 miliar.

Arif Budimanta dan Faried Utomo masing-masing memiliki 4.687.600 lembar saham BMRI dan akan menerima dividen sebesar Rp2,18 miliar. Akan tetapi, Rionald, Arif, dan Faried tidak akan lagi tercatat sebagai Komisaris Bank Mandiri berdasarkan hasil RUPST 2025.

Leave a Comment