Panduan Lengkap Tune-Up Mobil: Cek dan Ganti Komponen Penting!

JAKARTA, KOMPAS.com – Seiring berjalannya waktu dan penggunaan kendaraan, performa mesin mobil kerap kali mengalami penurunan. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk akumulasi deposit kotoran, ausnya sejumlah komponen penting, atau bahkan penyetelan mesin yang kurang tepat.

Dampak dari penurunan kinerja ini tidak hanya dirasakan dari hilangnya tenaga mesin, tetapi juga pada efisiensi bahan bakar yang semakin menurun atau menjadi lebih boros.

Guna mempertahankan performa mesin pada kondisi terbaiknya, pelaksanaan tune-up secara berkala menjadi sebuah tindakan preventif yang penting, meskipun seringkali terlewatkan oleh para pemilik mobil.

Baca juga: Waktu dan Rincian Diskon Tarif Tol Arus Balik 2025 di Trans-Sumatera

Lung Lung, pemilik bengkel Dokter Mobil, menjelaskan bahwa tune-up lebih dari sekadar servis rutin biasa. Ini merupakan proses komprehensif untuk memastikan seluruh sistem mesin beroperasi sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pabrikan.

“Tujuan utama dari tune-up adalah mengembalikan efisiensi mesin, sehingga tenaga yang dihasilkan optimal. Proses ini umumnya melibatkan pemeriksaan dan pembersihan komponen seperti busi, throttle body, filter udara, serta penyetelan ulang sistem pembakaran,” jelas Lung Lung kepada Kompas.com, Kamis (3/4/2025).

Selain mampu meningkatkan respons mesin, tune-up juga berperan dalam memperpanjang usia pakai berbagai komponen kendaraan.

Sebagai contoh, busi yang telah aus atau kotor dapat menyebabkan pembakaran yang tidak sempurna, yang kemudian berdampak negatif pada tenaga mesin dan konsumsi bahan bakar. Jika masalah ini diabaikan, dampaknya dapat meluas ke komponen lain seperti injektor atau catalytic converter.

“Seringkali, pemilik mobil baru menyadari adanya masalah ketika mesin sudah terasa berat atau konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Padahal, melakukan tune-up secara rutin dapat mencegah kerusakan yang lebih serius dan menghindari biaya perbaikan yang lebih mahal di kemudian hari,” tambah Lung Lung.

Interval waktu yang disarankan untuk melakukan tune-up biasanya berkisar antara setiap 10.000 hingga 20.000 kilometer, tergantung pada jenis kendaraan dan kondisi penggunaannya.

Baca juga: [POPULER OTOMOTIF] One Way Arus Balik Lebaran 2025 Berlaku Hari Ini, Catat Jadwalnya! | Berlaku Hari Ini, Catat Waktu Ganjil Genap Arus Balik Lebaran 2025

Mobil yang sering digunakan dalam kondisi lalu lintas yang padat atau untuk perjalanan jarak pendek cenderung mengalami penurunan performa lebih cepat dibandingkan dengan mobil yang digunakan untuk perjalanan jarak jauh.

Leave a Comment