Ketika berupaya untuk mengandung, ada banyak aspek penting yang perlu diperhatikan, terutama bagi Anda yang sedang mengalami masa ovulasi setelah berhubungan intim.
Upaya meraih kehamilan tidak hanya berfokus pada aktivitas seksual semata, tetapi juga mencakup pemeliharaan kebersihan serta kesehatan organ intim dan tubuh secara menyeluruh.
Berikut ini, Liputanku telah merangkum beberapa saran penting untuk merawat tubuh setelah ovulasi demi mendukung keberhasilan program kehamilan Anda.
Menunggu Dua Minggu setelah Masa Ovulasi
Masa penantian selama dua minggu dalam program kehamilan seringkali menjadi periode yang penuh antisipasi. Periode ini merupakan jeda waktu antara ovulasi dan dimulainya siklus menstruasi berikutnya.
Setelah melewati masa dua minggu ini, Anda dapat segera melakukan tes kehamilan untuk mengetahui hasilnya.
Selama periode penantian ini, terdapat beberapa tindakan yang disarankan untuk dilakukan, serta beberapa hal yang sebaiknya dihindari guna mendukung kelancaran proses implantasi.
Hal yang Harus Dilakukan setelah Masa Ovulasi untuk Membantu Implantasi
Elizabeth King, seorang ahli kesehatan kesuburan, doula kelahiran dan kematian, serta edukator bagi orang tua baru, merekomendasikan konsumsi sayuran hijau yang melimpah, buah-buahan segar, protein tanpa lemak, dan grass-fed butter.
Asupan makanan ini sangat bermanfaat dalam mengendalikan kadar gula darah, yang pada gilirannya mendukung implantasi dan perkembangan embrio pada tahap-tahap awal.
Hal yang harus dihindari:
Elizabeth King menyarankan untuk menghindari aktivitas yang dapat meningkatkan suhu tubuh, seperti berendam air panas, menikmati spa, sauna, atau berada di ruang uap.
Berikut adalah 3 hal penting lainnya yang sebaiknya Anda lakukan jika menginginkan program kehamilan ini berhasil. Apa saja itu?
1. Olahraga atau menggerakan tubuh setidaknya 20 menit per hari
Aktivitas fisik merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan selama masa ovulasi, terutama jika Anda memiliki berat badan berlebih.
Tidak perlu melakukan olahraga berat, cukup lakukan aktivitas yang melibatkan gerakan tubuh minimal selama 20 menit setiap hari.
Menurut Romper.com, obesitas dapat mengurangi peluang kehamilan karena meningkatkan risiko mengalami menstruasi dan ovulasi yang tidak teratur.
2. Makan makanan “pelangi”
Konsep “makan makanan pelangi” mengacu pada konsumsi beragam buah-buahan dan sayuran untuk memperoleh antioksidan alami.
Selain itu, hindari konsumsi makanan berisiko tinggi seperti keju dan ikan yang tidak dipasteurisasi, karena seringkali mengandung logam berat.
3. Hindari rokok, alkohol dan kafein berlebihan
Hirshfeld-Cytron merekomendasikan untuk menjauhi tembakau atau ganja, alkohol, serta konsumsi kafein berlebihan guna menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan dan mengoptimalkan fungsi organ-organ vital.
Selain itu, Mayo Clinic juga menyarankan untuk membatasi konsumsi minuman beralkohol, menghindari semua bentuk tembakau, dan mengonsumsi kafein dalam jumlah moderat. Pola hidup ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup, mendukung kesehatan jangka panjang, serta mencegah berbagai risiko penyakit kronis.
Cara Membantu Terjadi Implantasi Selama Perawatan Kesuburan
Bagi Anda yang tengah menjalani perawatan kesuburan seperti IVF, Dr. Alan Lindemann, seorang ahli kebidanan, memberikan beberapa saran yang dapat diikuti untuk mendukung proses implantasi.
Salah satu tipsnya adalah, pada hari ketiga atau keempat siklus menstruasi, Anda dapat mulai menyuntikkan hormon perangsang folikel (FSH) setiap hari hingga sekitar pertengahan siklus.
Dr. Alan Lindemann menambahkan bahwa pemantauan sel telur akan dilakukan melalui pemeriksaan ultrasound. Ketika ukuran sel telur mencapai 2,2 cm, penyuntikan FSH akan dihentikan dan dilanjutkan dengan penyuntikan hormon luteinizing (LH) setiap hari.
Tentu saja, semua saran ini perlu dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan dokter spesialis Anda. Dokter akan memberikan panduan dan perawatan yang tepat selama masa ovulasi.
Demikianlah rangkuman mengenai beberapa tips penting dalam merawat tubuh setelah ovulasi untuk meningkatkan keberhasilan program kehamilan Anda. Kunci utama keberhasilan program kehamilan adalah menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Baca juga:
- Mengalami Nyeri di Perut saat Ovulasi, Apakah Ini Normal?
- 9 Fakta Menarik Tentang Ovulasi yang Perlu Kamu Ketahui
- Kenali Perdarahan Implantasi yang Sering Terjadi di Awal Kehamilan