Nostalgia Jakarta Tempo Dulu: 12 Wisata Kota Tua Paling Ikonik

Liputanku – Ingin menghabiskan waktu libur Lebaran atau libur sekolah dengan cara yang berbeda? Pertimbangkan untuk mengunjungi kawasan Kota Tua Jakarta! Terletak strategis di Jakarta Barat, area ini termasyhur sebagai destinasi wisata sejarah yang selalu ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan dan periode libur panjang.

Kota Tua adalah rumah bagi sejumlah bangunan ikonis peninggalan era kolonial Belanda yang kini berfungsi sebagai museum. Selain harga tiket masuk yang ramah di kantong, akses menuju kawasan ini pun terbilang mudah, berkat ketersediaan transportasi publik seperti KRL, TransJakarta, dan JakLingo.

Namun, perlu diingat satu hal penting: hampir seluruh tempat wisata di Kota Tua menerapkan hari libur setiap hari Senin. Oleh karena itu, pastikan kunjungan Anda tidak bertepatan dengan hari tersebut agar tidak kecewa.

Baca juga: Kota Tua Jakarta Buka Hari Kedua Lebaran 2025, Catat Jam Buka 4 Museum di Dalamnya

Berikut adalah daftar 12 destinasi wisata bersejarah menarik di Kota Tua Jakarta yang layak untuk Anda jelajahi:

1. Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah)

Bangunan megah berwarna putih ini adalah bangunan pertama yang menyambut kedatangan pengunjung ke Kota Tua. Dulu, museum ini merupakan balai kota Batavia. Kini, ia menyimpan beragam koleksi berharga dari masa pemerintahan Belanda, seperti perabotan antik, ilustrasi tokoh-tokoh bersejarah, hingga sel penjara bawah tanah yang mencekam.

2. Museum Wayang

Museum ini memamerkan koleksi wayang dan boneka yang berasal dari berbagai belahan dunia, termasuk wayang golek, si gale-gale, dan boneka Unyil yang legendaris. Bangunan museum ini dahulunya adalah gereja pertama di Batavia, tempat peristirahatan terakhir tokoh-tokoh penting, termasuk Jan Pieterszoon Coen.

Baca juga: Jadwal KRL Bogor-Jakarta Kota Hari Ini, Dekat Kota Tua Jakarta

3. Toko Merah

Seperti namanya, bangunan ini memiliki warna merah menyala yang mudah dikenali. Toko Merah pernah menjadi kediaman Gubernur Jenderal Batavia. Di tempat ini pula pernah terjadi peristiwa kelam pembantaian terhadap warga Tionghoa. Saat ini, Toko Merah telah bertransformasi menjadi sebuah kafe yang menawarkan suasana estetik.

4. Kanal Kota Tua

Terletak persis di seberang Toko Merah, kanal ini dulunya berfungsi sebagai jalur perdagangan bagi kapal-kapal dagang Belanda. Sekarang, kanal ini telah diubah menjadi jembatan budaya dan menjadi lokasi favorit untuk berfoto yang sangat “instagramable”.

Baca juga: Libur Lebaran 2025, Transjakarta Kota Tua Beroperasi sampai 23.00 WIB

5. Museum Bank Indonesia

Museum ini menyajikan perjalanan panjang sejarah uang di Indonesia, mulai dari era kerajaan hingga masa penjajahan. Dibuka untuk umum sejak 15 Desember 2006, museum ini juga ditetapkan sebagai cagar budaya yang dilindungi.

6. Museum Seni Rupa dan Keramik

Di museum ini, pengunjung dapat mengagumi karya seni dari para maestro Indonesia yang diciptakan sejak abad ke-10. Selain itu, museum ini juga menawarkan fasilitas pembuatan keramik dari tanah liat dengan biaya tertentu.

7. Museum Bank Mandiri

Museum ini menyimpan koleksi mata uang kuno, surat berharga, brankas, dan berbagai perlengkapan operasional perbankan dari masa lampau. Gedung museum ini dulunya merupakan kantor pusat perusahaan dagang Belanda.

Baca juga: 5 Tempat Nongkrong Dekat Museum Seni Rupa dan Keramik di Kota Tua

8. Kantor Pos Kota Tua

Tepat di seberang Museum Sejarah Jakarta, berdiri megah Kantor Pos pertama di Indonesia yang telah berdiri sejak era VOC. Kantor pos ini didirikan oleh Gubernur Jenderal G. W. Baron Van Imhoff pada tanggal 26 Agustus 1746.

9. Pelabuhan Sunda Kelapa

Nama Sunda Kelapa telah dikenal sejak masa Kerajaan Pajajaran, namun baru benar-benar berfungsi sebagai pelabuhan pada abad ke-5, pada masa Kerajaan Tarumanegara. Lokasinya yang strategis menjadikannya jalur perdagangan yang penting.

Liputankunara Syahbandar

Terletak di Jalan Pasar Ikan Nomor 1, menara ini dulunya merupakan bagian dari Benteng Culemborg. Menara ini berfungsi sebagai menara pengawas dan kantor pajak untuk kegiatan ekspor-impor.

Baca juga: Museum Fatahillah di Kota Tua: Daya Tarik, Tiket Masuk, dan Jam Buka

11. Cafe Batavia

Bangunan kafe ini terletak tepat di seberang Museum Sejarah Jakarta dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Tempat ini selalu ramai dikunjungi, terutama saat jam makan siang dan makan malam.

12. Museum Kebaharian Jakarta

Dulunya merupakan gudang penyimpanan rempah-rempah milik Belanda, kini Museum Kebaharian Jakarta menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan dunia maritim Nusantara. (KOMPAS.com/ Krisda Tiofani)

Baca juga: Sejarah Museum Wayang Kota Tua, Dulunya Gereja Pertama di Batavia

Leave a Comment