Mudik Asyik: Ribuan Wisatawan Padati Kota Lama Semarang Saat Libur Lebaran

SEMARANG, KOMPAS.com – Memasuki hari ketiga libur Lebaran, Rabu (2/4/2025), kawasan Kota Lama Semarang dibanjiri pengunjung. Ribuan wisatawan tampak antusias menikmati suasana ikonik kota ini.

Destinasi Wisata (DTW) Kota Lama telah lama menjadi magnet bagi wisatawan, menjadikannya salah satu primadona pariwisata di Jawa Tengah.

Baca juga: Potret Arus Mudik dan Wisata di Sukabumi, 14.515 Kendaraan Masuk Pada H+3 Lebaran

Banyak pemudik yang menyempatkan diri untuk menikmati beragam aktivitas menarik di Kota Lama Semarang. Pilihan kegiatan meliputi penyewaan kebaya, sesi foto di photobooth, berkeliling untuk mengabadikan momen di depan bangunan-bangunan bersejarah, menikmati festival, berwisata kuliner, hingga menikmati pengalaman menginap (staycation).

Keunggulan lainnya adalah tidak adanya biaya masuk ke kawasan DTW, kecuali biaya parkir kendaraan pribadi. Lokasinya yang strategis, berdekatan dengan Stasiun Semarang Tawang, juga menjadi nilai tambah.

Ade Arfianza (36), seorang warga Semarang yang telah lama merantau ke Jakarta, mengaku langsung mengunjungi Kota Lama Semarang setibanya di kampung halamannya. Ia mengajak serta keluarganya di Semarang untuk menikmati keindahan kawasan tersebut.

“Begitu sampai hari ini, langsung ke Kota Lama. Saya sekeluarga bertiga dari Jakarta, kebetulan mengunjungi ibu di Semarang,” ungkap Ade setelah berfoto bersama keluarganya di depan Gereja Blenduk, Rabu (2/4/2025) sore.

Ade menuturkan bahwa perubahan signifikan telah terjadi dalam pengelolaan Kota Lama Semarang. Ia mengingat masa remajanya ketika kawasan ini dikenal angker dan kumuh. Kini, bangunan-bangunan tua di Kota Lama Semarang tampak lebih terawat, kawasan lebih bersih, dan pencahayaan lebih baik.

“Kota Lama jauh berbeda dibandingkan saat saya SMA dulu, jauh lebih bagus. Dulu kesannya angker, sekarang sudah jauh lebih baik dengan tambahan cafe-cafe, resto juga banyak berkembang. Menurut saya, tidak kalah dengan Malioboro, bahkan mirip-mirip, dan wisatanya lebih tertata,” jelasnya.

Saat ini, bangunan cagar budaya di Kota Lama Semarang dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari pameran produk UMKM hingga coffee shop. Gereja Blenduk juga baru saja menyelesaikan proses renovasi.

Selain itu, pilihan wisata kuliner semakin beragam dan kegiatan walking tour juga semakin populer di berbagai sudut kota.

“Saya baru datang di Semarang, rencananya mencari kuliner seperti Sate dan Gulai Kambing 29, kemudian mungkin ke Soto Bokoran dan lain-lain, mungkin juga nasi goreng babat,” imbuh Ade.

Ade dan keluarganya berencana untuk menghabiskan waktu di Semarang hingga tanggal 6 atau 7 April 2025.

Di sisi lain, rombongan keluarga dari Kendal menyempatkan diri untuk menyewa kebaya dan berfoto bersama di sekeliling kawasan wisata bersejarah Kota Lama Semarang.

“Kebetulan ada kunjungan silaturahmi dengan keluarga di Semarang. Saya asli Kendal. Saya tertarik setelah melihat di Instagram ada sewa baju kebaya di Kota Lama,” ujar Erohuki Agung (35) usai berfoto bersama delapan anggota keluarganya.

Ia mengaku baru pertama kali mencoba menyewa kebaya sekeluarga dan berfoto dengan nuansa budaya Jawa di momen Lebaran ini.

Setelah mengenakan kostum sewaan, mereka berkeliling Kota Lama Semarang didampingi oleh seorang fotografer selama 25 menit.

Selain rombongan tersebut, puluhan keluarga lainnya juga tampak bergantian menyewa kebaya untuk mengabadikan momen berharga dengan biaya yang terjangkau. Biaya sewa kebaya mulai dari Rp 25.000 per orang untuk satu set pakaian.

Sementara untuk jasa foto, setiap sesi berdurasi 25 menit dengan jumlah foto yang tidak terbatas. Wisatawan yang ingin mengklaim foto dikenakan biaya Rp 5.000 per foto.

“Harga sewa kebaya mulai dari Rp 25.000, banyak pilihan warna, sampai 8 warna dan banyak motif. Dengan Rp 25.000, kebaya dapat disewa selama 25 menit untuk berkeliling Kota Lama dan berfoto. Kami juga menyediakan fotografer,” jelas Rusmanto, seorang pegawai Kolly Studio.

Baca juga: H+2 Lebaran, Jalur Nagreg Ramai Kendaraan Menuju Lokasi Wisata di Garut Hingga Pangandaran

Sebagai informasi tambahan, gelombang wisatawan di Jawa Tengah diprediksi mencapai 5 juta orang selama libur Lebaran 2025.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng, Agung Hariyadi, menyampaikan bahwa perkiraan jumlah wisatawan yang besar pada libur mudik Lebaran 2025 ini merupakan berkah bagi Jawa Tengah.

Sebab, diperkirakan 20 juta orang akan mengunjungi Jawa Tengah pada Hari Raya Idul Fitri kali ini. Disporapar memprediksi sekitar 5 juta orang di antaranya akan berwisata di Jawa Tengah.

“Kami memprediksi dari 20 juta orang yang melintasi atau menuju Jawa Tengah, sekitar 4,5 sampai 5 juta di antaranya akan berkunjung ke lokasi wisata,” tutur Agung saat dikonfirmasi pada Jumat (28/3/2025).

Leave a Comment