Liputanku – Keberadaan minyak goreng memegang peranan penting di setiap dapur keluarga Indonesia.
Banyak ibu rumah tangga yang mengandalkan sajian gorengan sebagai pilihan praktis untuk lauk sehari-hari.
Prosesnya yang sederhana, cukup panaskan minyak dan masukkan bahan yang akan diolah, menjadi daya tarik tersendiri.
Namun, tak jarang kita melakukan kesalahan dalam penggunaan minyak goreng.
Salah satu masalah yang sering muncul adalah minyak goreng yang mendadak berbuih atau berbusa saat digunakan.
Fenomena minyak goreng menjadi berbuih setelah dipakai menggoreng dapat disebabkan oleh beberapa faktor penting.
Faktor utama adalah ketidaktepatan suhu saat memanaskan minyak.
Baik suhu yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi dapat memicu timbulnya buih pada minyak goreng.
Faktor lainnya adalah penggunaan minyak secara berlebihan atau terlalu banyak saat menggoreng bahan makanan tertentu.
Selain itu, minyak yang sudah kotor akibat terlalu sering digunakan juga berpotensi menyebabkan minyak menjadi berbuih.
Pertanyaan yang sering muncul adalah, mengapa minyak goreng cenderung lebih mudah berbuih setelah digunakan untuk menggoreng telur, terutama telur dadar?
Cara Menyimpan Minyak Goreng Awet Hingga 2 Tahun, Bebas Dari Bau Tengik
Jawabannya terletak pada kandungan putih telur yang menjadi penyebab utama minyak berbuih.
Ketika telur digoreng, bagian kuning telur akan mengalami pengerasan dan cenderung tidak berinteraksi signifikan dengan minyak atau bahan lainnya.
Namun, situasinya berbeda dengan bagian putih telur yang justru aktif berinteraksi dengan minyak panas.
Interaksi inilah yang menghasilkan reaksi kimia yang menyebabkan minyak menjadi berbuih.
Hal ini terjadi karena udara terperangkap di dalam lapisan putih telur yang sedang mengeras.
Cara Mengatasi Minyak Goreng Berbusa
Setelah memahami penyebabnya, berikut adalah beberapa langkah praktis untuk mencegah minyak goreng berbusa saat digunakan di wajan.
1. Jangan goreng kuning telur di awal
Coba perhatikan kembali, apa sebenarnya pemicu utama munculnya buih pada minyak goreng.
Ternyata, salah satu penyebabnya adalah kuning telur.
Penggunaan bahan makanan yang kaya akan kuning telur berpotensi besar membuat minyak menjadi lebih berbusa.
Oleh karena itu, sebisa mungkin kurangi penggunaan kuning telur, terutama saat menggoreng.
Kecuali jika resep yang Anda ikuti memang mengharuskan penggunaan kuning telur dalam jumlah banyak.
3 Cara Mengatasi Bau Tengik Dari Minyak Goreng Tanpa Harus Dibuang, Pastikan Selembar Daun Ini Ada Di Dapur
Jika Anda tetap harus menggunakan kuning telur, coba tambahkan sedikit minyak pada kocokan kuning telur sebelum digoreng.
Langkah ini dapat membantu mengurangi risiko timbulnya buih saat minyak dipanaskan.
2. Panaskan dengan suhu yang tepat
Jika bukan karena telur, penyebab lainnya bisa jadi karena suhu minyak yang terlalu tinggi.
Minyak yang dipanaskan pada suhu tinggi memang lebih rentan menghasilkan busa.
Oleh karena itu, pastikan Anda memanaskan minyak untuk menggoreng pada suhu yang ideal.
Pengaturan suhu idealnya akan bergantung pada resep masakan yang Anda buat.
Namun, secara umum, metode deep frying menggunakan minyak yang dipanaskan pada suhu sekitar 177 derajat Celcius.
3. Menambahkan garam
Jika Anda melihat banyak busa saat menggoreng, jangan langsung panik.
Ada solusi mudah yang bisa Anda terapkan.
Anda hanya membutuhkan garam dapur.
4 Tanda Minyak Goreng yang Sudah Tidak Layak Pakai, Hindari Sekarang Agar Terhindar Dari Penyakit Mematikan
Cukup taburkan sedikit garam ke dalam minyak yang sedang berbusa.
Garam akan membantu menyerap kelembapan berlebih yang ada dalam minyak.
4. Pakailah banyak minyak
Cara ini memang akan membutuhkan lebih banyak minyak goreng.
Namun, metode ini cukup efektif untuk menghilangkan busa yang muncul saat menggoreng.
Pastikan volume minyak yang Anda gunakan lebih banyak daripada bahan makanan yang digoreng.
Tak Sengaja Jatuhkan Rempah Ini Ke Dalam Minyak Goreng, Seisi Rumah Syok Lihat Kondisi Dapur