Liputanku – Asa besar membumbung untuk Honda menjelang perhelatan MotoGP Qatar 2025.
Keyakinan salah seorang rider RC213V, Johann Zarco, meningkat tajam setelah melihat performanya di seri Amerika beberapa waktu lalu.
Pembalap kebangsaan Prancis tersebut menunjukkan performa yang menjanjikan di Circuit of The Americas (COTA).
Ia bahkan sempat terlibat dalam perebutan posisi keempat yang cukup sengit dengan beberapa pesaing.
Sayangnya, impian Zarco untuk meraih hasil terbaik pupus karena insiden kecelakaan yang terjadi di tiga lap terakhir.
Namun, kekecewaan yang dirasakannya usai balapan di Amerika ternyata tidak terlalu mendalam.
Sebaliknya, ia justru semakin termotivasi untuk menghadapi MotoGP Qatar 2025 yang akan berlangsung pada 11-13 April mendatang.
Walaupun pada akhirnya hanya mampu finis di posisi ke-17, Zarco mengaku puas karena sempat melakukan manuver-manuver apik dan terlibat dalam duel seru.
“Ada manuver dan pertarungan yang bagus, bahkan saya merasa bisa mengejar Jack (Miller) yang berada di urutan kelima,” ungkapnya, seperti dikutip Juara.net dari Crash.net.
Demi MotoGP 2025 yang Lebih Kompetitif, Francesco Bagnaia Diharapkan Mampu Mengalahkan Marquez Tanpa Insiden
“Dengan kondisi ban yang semakin menipis, saya merasa bisa tampil lebih baik darinya.”
“Pertarungan melawan (Fermin) Aldeguer terlalu sengit…”
“Di situ saya kehilangan banyak energi dan juga waktu. Kemudian (Marco) Bezzecchi dan (Enea) Bastianini menyalip saya.”
“Ketika mencoba menutup jalur balap di tikungan 12, saya benar-benar kehilangan daya cengkeram ban belakang.”
“Saya tidak menyangka hal itu akan terjadi. Tentu saja ada rasa kecewa, tetapi jika mengingat betapa lambat dan tidak nyamannya saya pada hari Sabtu, hasil ini cukup kompetitif.”
“Ini adalah hasil yang positif dari balapan kali ini. Hal ini menjadi sinyal yang baik untuk balapan selanjutnya,” imbuh Zarco.
Peningkatan performa yang terjadi dari hari Sabtu ke hari Minggu tentu saja bukan sebuah kebetulan semata.
Pembalap asal Prancis ini menjelaskan bahwa ia dan timnya sengaja melakukan perubahan pada setelan motor.
Liputankumiliki Masa Depan Cerah, Pedro Acosta Disarankan Untuk Meninggalkan KTM Jika Ada Kesempatan
Hebatnya, upaya tersebut membuahkan hasil yang sangat signifikan.
“Saya senang karena kami berhasil membuat langkah maju dari hari Sabtu ke hari Minggu,” kata Zarco.
“Saya bisa menunjukkannya di sesi pemanasan, dan puncaknya saat balapan.”
“Kami melakukan perubahan besar pada bagian setelan. Saya tidak bisa mengatakan bahwa perubahannya sama dengan milik Joan (Mir) ataupun (Luca) Marini. Yang jelas, ini khusus untuk diri saya sendiri.”
“Kami langsung mencobanya pada pagi harinya dan catatan waktu saya lebih baik dari saat kualifikasi.”
“Hal ini membuktikan bahwa melakukan penyesuaian pada setelan sangat penting bagi kami hingga akhir musim mendatang,” tambahnya.