Pemerintah Indonesia telah gagal dalam melakukan pencarian dan pengangkatan para jenazah korban tenggelamnya Kapal tersebut. Bahkan ia memandang jargon Poros Maritim yang menjadi salah satu poin penting di dalam upaya pembangunan pemerintahan Joko Widodo juga gagal.

“Pemerintah telah gagal dalam hal pencarian Korban KM Sinar Bangun, karna belum genap 1 bulan, pencarian telah di hentikan. Hal ini bertolak belakang dengan Jargon Poros Maritim yang selalu digaungkan serta ada kecenderungan diabaikannya perintah dari Presiden kita untuk menyelamatkan korban, ”saat berorasi di depan Kemenko Kemaritiman, MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2018).

“Ini semua tercarhkan berdasarkan hati nurani keluarga korban yang kami dengarkan melalui Posko GMKI yg sudah dibentuk,” ujarnya.

Pada kesempatan itu juga menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya menyampaikan ke Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) agar proses pencarian dan evakuasi para korban tenggelam KM Sinar Bangun dapat diteruskan jika memang pemerintah menyatakan sudah tidak mau lagi melanjutkan prosesnya.

“Kami akan memohon dan meminta tolong kepada PBB untuk turun tangan mengambil alih proses pencarian karena Pemerintah dinilai tidak mampu mencari Korban KM Sinar Bangun,”

Kasus kecelakaan roda transportasi laut hingga berhentinya proses pencarian dan evakuasi para korban tenggelamnya KM Sinar Bangun akan menjadi catatan buruk bagi pemerintah Indonesia sendiri.“

Dengan terjadinya secara beruntun kecelakaan kapal di beberapa wilayah, ini akan menjadi preseden buruk bagi pemerintahan saat ini, serta perlu dilakukan evaluasi terhadap visi poros maritim dunia yang selama ini digembar-gemborkan pemerintah, (rudi)